Perbarindo Sulsel dan Sulbar: BPR itu Bank yang Dekat dengan Masyarakat
Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat periode 2026-2030 menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat peran Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat.
Hal itu diungkap saat Pengurus Perbarindo Sulsel dan Sulbar melakukan kunjungan ke kantor Tribun-Timur.com di Makassar, Jl Cendrawasih, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membuka ruang kolaborasi antara Perbarindo dengan media dalam memperluas informasi mengenai peran Bank Perekonomian Rakyat (BPR) kepada masyarakat.
Dalam kunjungan Perbarindo, mereka disambut langsung oleh, Wakil Pimpinan Redaksi, AS Kambie, Manager Online, Edi Sumardi, Manager Iklan, Deddy Pakiding serta Tim Bisnis, Siap. Aven Purwantan Sauri dan Burdani.
Ketua Perbarindo Sulsel, Wahyudi Aman, mengatakan salah satu fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, untuk memperluas informasi mengenai keberadaan dan peran BPR kepada masyarakat.
Menurutnya, BPR memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah, khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
“Agar masyarakat memahami betul bahwa BPR itu adalah bank yang dekat dengan masyarakat, dekat dengan rakyat,” katanya kepada Tribun-Timur.com di lokasi.
Ia menilai keberadaan BPR selama ini masih perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat.
Padahal, kata dia, jaringan BPR memiliki kemampuan untuk menjangkau segmen masyarakat di berbagai daerah yang membutuhkan akses layanan perbankan.
Dalam periode kepengurusan 2026-2030, Perbarindo Sulsel dan Sulbar juga akan memperkuat kolaborasi dengan sejumlah institusi terkait, terutama regulator dan lembaga yang memiliki peran dalam industri perbankan.
Wahyudi menyebut sinergi akan terus dibangun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Pertama dalam hal memperkuat kolaborasi dengan institusi-institusi terkait dengan regulator, baik itu OJK, Bank Indonesia, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan,” ungkapnya.
Selain memperkuat hubungan dengan regulator, Perbarindo juga akan mendorong konsolidasi internal antar anggota.
Saat ini, terdapat 25 anggota Perbarindo di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yang terdiri dari 17 BPR konvensional dan delapan BPR Syariah (BPRS).
Wahyudi mengatakan kekompakan antaranggota menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi BPR terhadap pembangunan ekonomi di Sulsel dan Sulbar.
“Kita ingin memperkuat sinerginya sesama BPR untuk membangun Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujarnya.
Dalam 100 hari pertama kepengurusan, kata dia, Perbarindo Sulsel dan Sulbar akan memprioritaskan konsolidasi sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BPR.
Menurut Wahyudi, peningkatan kompetensi tidak hanya menyasar karyawan, tetapi juga jajaran direksi dan komisaris.
Pelatihan dan pengembangan kapasitas akan menjadi bagian dari strategi Perbarindo untuk meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme BPR di Sulsel dan Sulbar.
“Ke depan adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang ada di BPR-BPR dengan pelatihan-pelatihan, khususnya untuk seluruh karyawan, termasuk direksi dan komisaris yang ada di BPR,” kata dia.
Ia berharap penguatan SDM tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga BPR semakin siap menghadapi perkembangan industri perbankan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Wahyudi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas, termasuk dengan media.
Ia menyebut fasilitas yang dimiliki media dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk kegiatan pelatihan maupun agenda pengembangan SDM BPR ke depan.
“Memungkinkan juga nanti suatu saat siapa tahu di Tribun Timur ada fasilitas yang bisa digunakan untuk teman-teman dan kita bisa sewa atau apa untuk melakukan pelatihan dan sebagainya,” jelasnya.