info@perbarindo-sulselbar.or.id
Beranda Tentang Profil Struktur Organisasi Berita Anggota Galeri
PERHIMPUNAN BPR INDONESIA

DPD PERBARINDO Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat

Menghimpun, memberdayakan, dan memperkuat Bank Perekonomian Rakyat demi ekonomi rakyat yang sehat dan berkelanjutan.

42
Total Pengunjung
2
Anggota BPR
3
Berita & Kegiatan
24
Kab/Kota Terjangkau
TENTANG KAMI

Mitra Strategis Ekonomi Rakyat Sulawesi

DPD PERBARINDO SULSELBAR berkomitmen menjadi wadah komunikasi, konsultasi, dan koordinasi antar Bank Perkreditan Rakyat guna mewujudkan industri BPR yang sehat, kuat, dan terpercaya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Lihat Profil Lengkap
Kolaborasi

Sinergi antar anggota BPR/BPRS

Kepercayaan

Tata kelola yang sehat & transparan

Pertumbuhan

Mendorong ekonomi kerakyatan

Edukasi

Literasi keuangan masyarakat

INFORMASI TERKINI

Berita & Kegiatan

Bukan Sekadar Tempat Pinjam Uang, Perbarindo Sulselbar Bahas Wajah Baru BPR/BPRS
08 October 2026

Bukan Sekadar Tempat Pinjam Uang, Perbarindo Sulselbar Bahas Wajah Baru BPR/BPRS

Melainkan sebagai sumber penggerak roda perekonomian masyarakat menengah ke bawah baik urusan pembiayaan, tabungan bahkan investasi. Hal itulah yang menjadi pembahasan utama jajaran DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonsia Sulsel dan Sulbar (Perbarindo Sulselbar) saat berkunjung ke kantor tribun-timur.com di Jl Opu Daeng Risadju No 430, Selasa (11/8/2026). Mereka Ketua Perbarindo Sulselbar AM Wahyudi Aman, Wakil Ketua Sepry Marenden, dan Sekretaris Andi Ady Akbar. Hadir pula Bendahara Claudia, Wakil Bendahara Andi Albar Yunus, serta jajaran anggota lainnya Sartika Ayu dan Hasriani. Ady Akbar menjelaskan stigma itu terbentuk mengingat sebelumnya BPR merupakan singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat sebelum dibubah berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). “Wajar masyarakat berfikir demikian karena dari namanya juga Bank Perkreditan Rakyat,” kata pria yang juga Direktur Utama BPR Dian Artha Nusa (DAN). Hal itu kemudian, kata dia, ‘dipertajam’ dengan ketentuan teknis diatur lewat Peraturan OJK (POJK) No 7 tahun 2024 bahwa Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS) wajib mengubah nomenklatur dalam anggaran dasarnya masing-masing. Tidak sekedar berubah nama, kebijakan ini dibarengi dengan perluasan kegiatan usaha BPR. Diantaranya penukaran valuta asing, salurkan kredit pembiayaan syariah bagi UMKM dan lainnya. Singkatnya, hampir semua produk di bank konvensional juga ada di BPR. Ady mencontohkan produk deposito. “Jangan salah, bunga deposito kami bahkan kadang lebih bersaing (tinggi),” katanya. Wahyudi Aman menambahkan, bahkan kini BPR bertransformasi dengan menyajikan layanan digital kepada nasabah. “Kami segera meluncurkan layanan perbankan kami lewat ponsel,” jelasnya. Alasan keamanan, masyarakat tidak perlu khawatir mengakses BPR/BPRS karena sudah dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Untuk diketahui, jika izin sebuah perbankan dicabut OJK karena berbagai alasan, maka LPS akan membayar ganti rugi uang nasabah. “Jadi nasabah aman pak dengan adanya perlindungan LPS ini,” Wahyudi Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Bukan Sekadar Tempat Pinjam Uang, Perbarindo Sulselbar Bahas Wajah Baru BPR/BPRS, https://makassar.tribunnews.com/makassar/1847089/bukan-sekadar-tempat-pinjam-uang-perbarindo-sulselbar-bahas-wajah-baru-bprbprs. Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Waode Nurmin

DPD Perbarindo Sulselbar Gandeng Fajar Perkuat Literasi Masyarakat tentang Peran BPR
08 October 2026

DPD Perbarindo Sulselbar Gandeng Fajar Perkuat Literasi Masyarakat tentang Peran BPR

Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat kerja sama dengan media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran dan keberadaan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Ketua DPD Perbarindo Sulselbar, AM Wahyudi Aman yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPR Alinama, mengatakan penguatan kemitraan media menjadi langkah strategis dalam menyampaikan informasi positif mengenai industri BPR kepada masyarakat. “Yang pertama, kami ingin memperkuat kerja sama dengan media dalam penyaluran informasi kepada masyarakat terkait industri BPR. Kedua, kami menjajaki peluang kerja sama dengan media, khususnya FAJAR, dalam penyebarluasan informasi mengenai produk-produk BPR,” ujar Wahyudi, usai berkunjung ke Kantor Harian FAJAR, Gedung Graha Pena, Jl Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Selasa, 11 Agustus. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu menyampaikan berbagai informasi positif mengenai perkembangan industri BPR di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Menurutnya, kunjungan ke media, khususnya FAJAR yang merupakan salah satu media terbesar dan tertua di Sulsel, menjadi bagian dari upaya penguatan internal dan eksternal Perbarindo. “Tujuan utama kami adalah bagaimana memperkuat kemitraan media untuk menyebarluaskan peran BPR bagi perekonomian di Sulsel ke depan. Harapannya, FAJAR menjadi mitra strategis Perbarindo dalam mempublikasikan kegiatan positif dari Perbarindo,” jelasnya. Saat ini, Perbarindo Sulselbar menaungi 25 BPR, terdiri atas 17 BPR konvensional dan 8 BPR syariah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 BPR berada di Sulawesi Selatan dan 3 BPR berada di Sulawesi Barat. Wahyudi menyebut masih banyak masyarakat yang perlu diberikan pemahaman bahwa BPR memiliki legalitas dan pengawasan yang sama dengan perbankan lainnya, termasuk terkait jaminan simpanan nasabah. “Banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan FAJAR untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa BPR merupakan bank yang sama-sama diawasi dan dijamin oleh LPS seperti bank umum. Simpanan nasabah di BPR juga dijamin,” katanya. Ia menjelaskan, BPR memiliki peran penting karena fokus memberikan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat di wilayah yang belum banyak terjangkau layanan perbankan besar. “BPR bertugas masuk ke wilayah pelosok dan pegunungan. Dengan kolaborasi bersama FAJAR, diharapkan masyarakat memahami bahwa bukan hanya bank umum yang bisa melayani, tetapi BPR hadir di sektor paling akar,” ungkapnya. Terkait jaminan simpanan, Wahyudi menegaskan bahwa dana masyarakat yang ditempatkan di BPR juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sama seperti bank umum. “Pada dasarnya tidak ada perbedaan dalam hal penjaminan simpanan antara bank umum dan BPR. Perbedaannya hanya pada tingkat bunga penjaminan. Untuk BPR, tingkat bunga penjaminan mencapai 6,25 persen per tahun, sedangkan bank umum 4,25 persen per tahun,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris DPD Perbarindo Sulselbar, Andi Ady Akbar, mengatakan kepengurusan baru Perbarindo juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Pengurus baru sangat konsen pada digitalisasi. Kami mengembangkan website dan peningkatan kapasitas SDM. SDM ini harus ditingkatkan kompetensinya seiring perkembangan zaman,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Harian FAJAR, Faisal Palapa, menyatakan kesiapan FAJAR untuk mendukung langkah Perbarindo dalam memperkenalkan peran BPR kepada masyarakat. “FAJAR harus mensupport total Perbarindo dari semua platform yang dimiliki. Kita harus memperkenalkan bahwa BPR adalah bank lokal 100 persen,” kata Faisal. Ia menegaskan, keberadaan BPR memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah karena dana yang dikelola sepenuhnya memberikan manfaat bagi pembangunan lokal. “Perbarindo membawahi 25 BPR. Kami akan mensupport secara berkesinambungan, mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat dalam rangka literasi keuangan,” ujarnya. Menurut Faisal, penguatan literasi mengenai BPR penting agar masyarakat memahami bahwa BPR bukan hanya lembaga keuangan alternatif, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan UMKM. (uca)

Perbarindo Sulsel dan Sulbar: BPR itu Bank yang Dekat dengan Masyarakat
08 October 2026

Perbarindo Sulsel dan Sulbar: BPR itu Bank yang Dekat dengan Masyarakat

Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat periode 2026-2030 menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat peran Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat. Hal itu diungkap saat Pengurus Perbarindo Sulsel dan Sulbar melakukan kunjungan ke kantor Tribun-Timur.com di Makassar, Jl Cendrawasih, Kota Makassar, Selasa (11/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membuka ruang kolaborasi antara Perbarindo dengan media dalam memperluas informasi mengenai peran Bank Perekonomian Rakyat (BPR) kepada masyarakat. Dalam kunjungan Perbarindo, mereka disambut langsung oleh, Wakil Pimpinan Redaksi, AS Kambie, Manager Online, Edi Sumardi, Manager Iklan, Deddy Pakiding serta Tim Bisnis, Siap. Aven Purwantan Sauri dan Burdani. Ketua Perbarindo Sulsel, Wahyudi Aman, mengatakan salah satu fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, untuk memperluas informasi mengenai keberadaan dan peran BPR kepada masyarakat. Menurutnya, BPR memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah, khususnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. “Agar masyarakat memahami betul bahwa BPR itu adalah bank yang dekat dengan masyarakat, dekat dengan rakyat,” katanya kepada Tribun-Timur.com di lokasi. Ia menilai keberadaan BPR selama ini masih perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat. Padahal, kata dia, jaringan BPR memiliki kemampuan untuk menjangkau segmen masyarakat di berbagai daerah yang membutuhkan akses layanan perbankan. Dalam periode kepengurusan 2026-2030, Perbarindo Sulsel dan Sulbar juga akan memperkuat kolaborasi dengan sejumlah institusi terkait, terutama regulator dan lembaga yang memiliki peran dalam industri perbankan. Wahyudi menyebut sinergi akan terus dibangun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Pertama dalam hal memperkuat kolaborasi dengan institusi-institusi terkait dengan regulator, baik itu OJK, Bank Indonesia, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan,” ungkapnya. Selain memperkuat hubungan dengan regulator, Perbarindo juga akan mendorong konsolidasi internal antar anggota. Saat ini, terdapat 25 anggota Perbarindo di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yang terdiri dari 17 BPR konvensional dan delapan BPR Syariah (BPRS). Wahyudi mengatakan kekompakan antaranggota menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi BPR terhadap pembangunan ekonomi di Sulsel dan Sulbar. “Kita ingin memperkuat sinerginya sesama BPR untuk membangun Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujarnya. Dalam 100 hari pertama kepengurusan, kata dia, Perbarindo Sulsel dan Sulbar akan memprioritaskan konsolidasi sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BPR. Menurut Wahyudi, peningkatan kompetensi tidak hanya menyasar karyawan, tetapi juga jajaran direksi dan komisaris. Pelatihan dan pengembangan kapasitas akan menjadi bagian dari strategi Perbarindo untuk meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme BPR di Sulsel dan Sulbar. “Ke depan adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang ada di BPR-BPR dengan pelatihan-pelatihan, khususnya untuk seluruh karyawan, termasuk direksi dan komisaris yang ada di BPR,” kata dia. Ia berharap penguatan SDM tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga BPR semakin siap menghadapi perkembangan industri perbankan dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Wahyudi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas, termasuk dengan media. Ia menyebut fasilitas yang dimiliki media dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk kegiatan pelatihan maupun agenda pengembangan SDM BPR ke depan. “Memungkinkan juga nanti suatu saat siapa tahu di Tribun Timur ada fasilitas yang bisa digunakan untuk teman-teman dan kita bisa sewa atau apa untuk melakukan pelatihan dan sebagainya,” jelasnya.

DOKUMENTASI

Galeri Kegiatan

galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan
galeri
Dokumentasi Kegiatan